Materi pelajaran Sejarah

Kehidupan Masa Praaksara di Indonesia

Alam dan manusia bisa diibaratkan sebagai ikan dan air.Keduanya mempunyai hubungan timbal balik yang saling memengaruhi.Bahkan alamlah yang membentuk pola kehidupan manusia, menyediakan kebutuhan hidupnya, dan menjadi tempat untuk menggantungkan hidupnya.Manusia pun sedikit demi sedikit mempunyai andil atas terjadinya perubahan-perubahan lingkungan alam.

Lihat gambar di atas!, kira-kira itu adalah ilustrasi tentang kehidupan manusia Indonesia pada masa awal.Dari tampilan itu, kita bisa berimajinasi tentang hubungan alam dan kehidupan manusia diatasnya.

Dari gambar di atas, bisakah kamu i yang sulit bagi kamu.Tetapi, bukan tidak mungkin untuk dijawab.Coba ikuti pembelajaran berikut ini !

Kehidupan manusia pada awal ditentukan oleh kemampuannya dalam mengatasi kesulitan h, mereka hanya mengambilnya secara langsung dari hutan.Hal ini tentu berkaitan dengan keterbatasan akalnya.

Semakin sering mereka mengatasi kesulitan hidup,maka meningkat pula kemampuan akalnya.Berarti semakin berkembang pula kemampuan mereka dalam mengatasi kesulitan alam.Begitulah perkembangan kehidupan manusia dari waktu ke waktu.

A. Asal-usul Manusia Indonesia

Kapan terbentuknya kepulauan Indonesia, telah kamu ketahui melalui pelajaran Geografi.Dari waktu ke waktu,kenampakan alam kepulauan Indonesia mengalami perubahan.Perubahan itu mempengaruhi ekosistem yang ada di dalamnya.Fauna yang hidup di Indonesia bagian barat lebih mendekati jenis fauna yang ada di daratan Asia.Sebaliknya, fauna yang hidup di Indonesia bagian timur pun mendekati fauna yang ada di Benua Australia.Demikian pula halnya dengan beragam jenis floranya.Lalu, bagaimana dengan kehidupan manusia yang ada di kepulauan Indonesia?

Umur bumi bisa dibagi menjadi beberapa zaman.Zaman palaeozoikum,mesozoikum, dan neozoikum.Masing-masing zaman memiliki ciri-ciri tersendiri.Manusia diperkirakan mulai menghuni bumi pada zaman neozoiku masa kuarter.Apakah manusia zaman itu mirip dengan manusia zaman sekarang?. Inilah yang senantiasa diteliti oleh para ahli.Para ahli perlahan-lahan berhasil menyingkap tabir perkembangan manusia.Sehingga lahirlah beragam pendapat dan teori tentang asal usul manusia.Namun, mereka sepakat bahwa kurun waktu di mana manusia belum mengenal tulisan itu disebut dengan zaman prasejarah.

Mengenal Zaman Praaksara atau Prasejarah

Praaksara atau Prasejarah merupakan suatu kurun waktu yang terpanjang dalam sejarah umat manusia, yaitu sejak hadirnya manusia di bumi hingga ditemukannya pengetahuan tentang tulisan atau aksara yang menandai era sejarah.Penelitian di bidang prasejarah berupaya menjelaskan kehidupan manusia purba melalui peninggalan-peninggalan mereka.Peninggalan mereka meliputi sisa-sisa tulang belulang manusia maupun benda-benda (artefak) yang pernah dibuat, dipakai atau dibuang oleh mereka.Benda-benda alam seperti tulang hewan (ekofak),cangkang kerang, atau arang sisa pembakaran juga dipelajari untuk mengetahui bentuk interaksi antara manusia purba dengan alam sekitarnya.

Periode pertama dalam masa prasejarah adalah masa Paleolitik atau masa” mengumpulkan makanan”. Disebut demikian karena manusia pada masa itu (sekitar satu juta tahun yang lampau)belum tinggal menetap, masih mengembara dari satu tempat ke tempat lain tanpa tujuan.Dalam pengembaraan dari satu wilayah ke wilayah lain itu mereka berburu dan mengumpulkan makanan yang disediakan alam untuk memenuhi kebutuhannya, seperti mengumpulkan buah-buahan, umbi-umbian dan sebagainya.Peralatan yang ditinggalkan adalah peralatan dari batu yang disebut kapak genggam.

Periode Mesolitik atau Epi-paleolitik atau masa”mengumpulkan makanan tingkat lanjut”dimulai pada akhir Zaman Es sekitar 10.000 tahun yang lampau.Dari masa ini, ditemukan berbagai artefak dari pemukiman-pemukiman yang berdiri di sepanjang pantai kuna di Selat Malaka dan gua-gua yang tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Flores dan Timor.Penduduk di pemukiman-pemukiman tepi pantai makan dan membuang cangkang kerang di dekat tempat tinggalnya hingga membukit.Bukit kerang yang memfosil inilah yang disebut kjokkenmodddinge atau”sampah dapur”. Peralatan sehari-hari yang digunakan adalah apa yang disebut”kapak Sumatra”atau sumatralith.

Periode Neolitik atau masa”bercocok tanam”mulai di Indonesia sekitar 1500 SM. Sebagian besar manusia yang hidup pada masa ini adalah dari ras PaleoMongoloid atau Mongoloid.Mereka tinggal menetap di sebuah perkampungan dengan cara hidup bertani (bercocok tanam). Indonesia mengenal dua jenis peralatan Neolitik, yaitu beliung yang persebarannya di bagian barat kepulauan dan kapak lonjong di bagian timur.

Zaman logam awal atau”masa perundagian”di Indonesia dimulai beberapa abad sebelum Masehi. Manusia memiliki kepandaian dalam hal melebur perunggu dan juga dapat membuat benda-benda dari besi.Teknik yang dikenal di Indonesia ini berasal dari budaya Dong Son di Tonkin (Vietnam). Kapak-kapak perunggu yang dibuat di Indonesia”candrasa”yang ditemukan di Jawa, dan kapak-kapak upacara lain dari pulau Bali dan Roti.Artefak yang paling menarik dari masa ini adalah genderang perunggu yang amat besar, disebut”nekara”. Akan tetapi ada genderang moko yang bentuknya tinggi dan ramping yang tentunya dibuat di Indonesia, karena ada sisa-sisa cetakan perunggu yang telah ditemukan di Bali. Nekara-nekara ini digunakan sebagai genderang perang dan untuk keperluan upacara keagamaan.

Tinggalkan komentar